• Admin
  • Pesan
  • Info Terbaru
  • Peraturan

Fakta-fakta Tragedi Aleppo

 



Terjadinya pemusnahan massal rakyat Aleppo menjadi gambaran betapa biadabnya 'mereka' yang
dusta terhadap ummat dunia saat ini. Di satu sisi, 'mereka' berkata bahwa 'mereka' sedang berupaya untuk menghancurkan teroris. Rusia menyerang, pemerintah menyerang, AS menyerang, dan semuanya menyerang dalam rangka melawan teroris.Tetapi semua kegadian itu mengungkap fakta-fakta yang menarik, berikut beberpa fakta tentang aleppo :



 
1. Nama kuno Aleppo adalah Halb, yang berarti besi atau tembaga. Halb mengacu pada bahasa Amori, karena tembaga merupakan sumber utama logam kawasan ini pada zaman kuno. Halaba dalam bahasa Aram berarti putih, mengacu pada warna tanah dan marmer yang melimpah di daerah tersebut.


2. Selama berabad-abad, Aleppo (Halb) menjadi kota terbesar di Suriah. Aleppo adalah kota terbesar di Suriah dan termasuk yang paling padat penduduknya.



3. Aleppo merupakan salah satu kota tertua di dunia yang terus-menerus dihuni hingga kini. Kota ini ditinggali kira-kira sejak enam milenium sebelum Masehi. Penggalian arkeologis di Tell Qaramel—sekitar 25 kilometer sebelah utara Aleppo—menunjukkan kawasan ini telah dihuni sejak 11 milenium sebelum Masehi, yang menjadikannya sebagai salah satu pemukiman manusia tertua yang diketahui di dunia.

 
4. Peran vital Aleppo dalam sejarah adalah karena lokasinya yang berada di ujung lintasan Jalur Sutra (Silk Road), yang menghubungkan Asia Tengah dan Mesopotamia. Ketika Terusan Suez diresmikan pada 1869, jalur perdagangan pun diarahkan melalui laut. Dan Aleppo secara perlahan mulai kehilangan pamor.



5. Wilayah Aleppo dikelilingi oleh lingkaran delapan bukit yang mengelilingi sebuah pusat bukit terkemuka di mana sebuah benteng—awalnya sebuah kuil yang dibangun pada milenium ke-2 SM—didirikan. Diameter lingkaran tersebut sekitar 10 kilometer. Kota tua ini terkurung dalam sebuah tembok kuno yang terakhir kali dibangun kembali oleh Mamluk. Sejak itu, dinding yang memiliki sembilan pintu gerbang dan dikelilingi parit nan dalam ini, lenyap.

6. Kota ini berada di bawah kontrol Shalahuddin Al-Ayyubi dan kemudian Dinasti Ayyubiyah sejak 1183. Pada 24 Januari 1260, Aleppo diambil alih oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan yang bersekutu dengan pengikut ksatria Frank, penguasa Antiokhia Bohemond VI dan ayah mertuanya, Hetoum I—penguasa Armenia




7. Pada 20 Oktober 1280, bangsa Mongol merebut kota ini lagi, menjarah pasar dan membakar masjid. Penduduk Muslim melarikan diri ke Damaskus, di mana pemimpin Mamluk, Qalawun mengumpulkan pasukannya. Ketika pasukannya maju, pasukan Mongol kembali mundur, melintasi Sungai Efrat.

8. Pada pertengahan abad ke-16, Aleppo menggantikan Damaskus sebagai pasar utama barang yang datang ke kawasan Mediterania dari timur. Hal ini tercermin dari fakta bahwa Perusahaan Levant of London—sebuah perusahaan bersama yang didirikan pada 1581 untuk memonopoli perdagangan Inggris dengan Kekaisaran Ottoman—tidak pernah berusaha mendirikan pabrik atau agend di Damaskus, meskipun telah memiliki izin untuk melakukannya. Aleppo menjadi kantor pusat perusahaan tersebut hingga akhir abad 18.

9. Aleppo adalah kota terbesar ketiga Dinasti Utsmaniyah setelah Konstantinopel dan Kairo. Walau dekat dengan Damaskus dalam hal jarak, namun Aleppo sangat berbeda dalam hal identitas, arsitektur dan budaya. Semuanya ditandai dengan sejarah dan geografi yang berbeda.

10. Seiring dengan keruntuhan Khilafah Ustmaniyah usai Perang Dunia I, Aleppo menyerahkan pedalaman utaranya ke Turki modern, seiring dengan kian pentingnya jalur kereta api yang menghubungkan kota itu ke Mosul. Kemudian pada 1940-an, Allepo kehilangan akses utamanya ke laut, Antiokhia dan Alexandretta (Iskandaria), juga ke Turki.



11. Isolasi terhadap Suriah dalam beberapa dekade terakhir kian memperburuk situasi Aleppo, walaupun kehancuran totalnya inilah yang turut membantu pelestarian kota tuanya, arsitektur abad pertengahan dan warisan tradisionalnya. Aleppo kini tengah mengalami kebangkitan signifikan dan perlahan kembali menjadi sorotan. Aleppo pernah memenangkan anugerah "Ibukota Kebudayaan Islam 2006", dan menyaksikan gelombang keberhasilan restorasi monumen-monumen berharga miliknya.

12. Aleppo modern terletak sekitar 120 kilometer pedalaman Laut Mediterania, di dataran setinggi 380 meter di atas permukaan laut, 45 kilometer sebelah timur pos pemeriksaan perbatasan Suriah-Turki, Bab Al-Hawa. Kota ini dikelilingi lahan pertanian dari utara dan barat, ditanami pohon zaitun dan kacang pistachio. Ke timur, Aleppo mendekati daerah kering Gurun Suriah.



13. Saat ini Kota Aleppo modern awalnya didirikan beberapa kilometer di selatan lokasi kota tua, di tepi kanan sungai Quweiq yang muncul dari dataran tinggi Aintab di utara dan mengalir melalui Aleppo selatan ke wilayah subur Qinnasrin. Kota tua Aleppo terletak di tepi kiri sungai Quweiq.


Faktanya di Aleppo, hingga saat ini tidak bisa dipisahkan dari cerita tentang peradaban Islam yang terwujud karena adanya KHILAFAH. Fakta saat ini terjadi karena tidak adanya Khilafah yang menaunginya ! Dan fakta hari ini pula sesungguhnya adalah malapetaka ketiadaan KHILAFAH. Yang kasusnya adalah pemusnahan massal ummat Islam, khususnya di Aleppo. Palestina sudah barang tentu jauh sebelum ini hingga saat ini pun dimusnahkan. Selepas perjanjian sykes-picot, wesphalia, kekuatan ummat Islam lumpuh, termasuk Suriah.

Dibuatlah lembaga kerjasama (cooperation) seperti Liga Arab sampai dengan OKI. Namun tak ada dampak persatuan, karena itu hanyalah jebakan. Dan hingga saat ini, ummat hanya bisa berteriak untuk mereka yang telah atau sedang dimusnahkan sampai saat ini. Teriakkan lantang untuk menyatukan kembali ummat Islam dalam satu kekuatan, dalam KHILAFAH ! Karena munculnya tragedi Aleppo, beriringan dengan ketiadaan KHILAFAH di dunia ini.

Semoga kita selalu diberi perlindunganNya Amin

Fakta-fakta Tragedi Aleppo 4.5 5 aldino sense T erjadinya pemusnahan massal rakyat Aleppo menjadi gambaran betapa biadabnya 'mereka' yang


No comments:

Post a Comment

Aldino Sense. Powered by Blogger.