• Admin
  • Pesan
  • Info Terbaru
  • Peraturan

Laporan Uji Duo-Trio

 









ACARA III
UJI DUO-TRIO
 
   
      TUJUAN
Tujuan dari praktikum Acara III “Uji Duo-Trio” adalah  Mahasiswa mampu  melakukan uji pembedaan khususnya uji duo-trio.

            METODOLOGI
1.      Alat dan Bahan
a.       Sendok
b.      Piring kecil
c.       Gelas Sloky
d.      Nampan
e.       Wadah Plastik
f.       Label
g.      Borang
2.      Bahan
a.       Kecap Sedap
b.      Air minum


 HASIL DAN PEMBAHASAN
     Tabel 3.1 Tabulasi Data Hasil Uji Duo-Trio
Panelis
Aroma
Rasa
Warna
Kekentalan
Overall
Bango
Sedap
Bango
Sedap
Bango
Sedap
Bango
Sedap
Bango
Sedap
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
2
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
3
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
4
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
5
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
6
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
7
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
8
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
9
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
10
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
11
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
12
1
0
1
0
0
1
0
0
0
1
13
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
14
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
15
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
16
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
17
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
18
0
1
0
1
0
1
1
1
0
1
19
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
20
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
21
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
22
1
0
0
1
0
1
0
1
0
1
23
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
24
0
1
1
0
0
1
0
1
0
1
25
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
26
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
27
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
28
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
29
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
30
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
31
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
32
1
0
0
0
1
0
1
0
1
0
33
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
34
0
1
1
1
0
1
0
1
0
1
Jumlah
4
30
4
30
2
32
3
31
2
32

Sumber: Laporan Sementar
Keterangan :
0 = Tidak berbeda nyata
1 = Berbeda nyata

Uji duo-trio merupakan uji yang digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan diantara dua contoh. Selain itu, uji duo-trio juga digunakan untuk melihat perlakuan baru terhadap mutu produk bahan. Kepada Uji duo-trio menggunakan panelis terlatih maupun semi terlatih (Setyaningsih dkk, 2010).
Menurut Setyaningsih dkk (2010), uji duo-trio mirip dengan uji segitiga. Pada uji duo-trio terdiri dari dua sampel uji dan satu sampel baku, sedangkan uji segitiga tidak dikenal adanya sampel baku (pembanding).Jadi, pada uji duo-trio panelis disajikan tiga buah contoh dengan satu contoh adalah contoh baku (A) dan dua lainnya adalah contoh yang akan diuji (X dan Y). Panelis diminta untuk menentukan mana di antara dua buah contoh X atau Y yang sama dengan A. Sedangkan pada uji segitiga panelis disajikan tiga buah contoh dan diberitahukan bahwa terdapat satu contoh yang berbeda dari dua contoh yang lain, dan kemudian panelis diminta untuk mengidentifikasi contoh mana yang berbeda.
Uji duo-trio mempunyai fungsi yaitu untuk melihat adanya perbedaan antara contoh sampel yang akan diuji dengan sampel standar. Cara kerja dalam uji duo-trio yang pertama adalah penyajian sampel dihadapan panelis satu sampel standar dan dua sampel yang akan diuji kemudian keduanya diberi kode(baik untuk sampel standar maupun sampel uji). Salah satu dari dua sampel berkode tersebut identik dengan contoh baku. Kedua, pengenalan terlebih dahulu parameter yang akan diuji (warna, tekstur, aroma, rasa, dan penilaian secara keseluruhan). Ketiga, penulisan hasil penilaian pada boring atau kolom yang tersedia.
(Syafutri dkk, 2006). 

Hal yang harus dilakukan oleh penyaji adalah menentukan sampel yang akan di uji. Kemudian membuat kode pada bahan dan membuat borang. Kemudian memberi pengarahan pada panelis sebelum melakukan pengujian, setelah penguji selesai menguji penyaji membuat tabulasi data dari hasil panelis. Selain itu, penyaji menyimpulkan adanya beda nyata yang terdapat pada uji duo-trio dan penyaji dapat menilai kemampuan panelis.Hal yang harus dilakukan oleh panelis yaitu mengenali terlebih dahulu sampel yang akan di uji.  (Syafutri dkk, 2006).

Pada praktikum uji duo-trio, digunakan 3 sampel kecap dengan sampel kecap sedap dan kecap bango, dan R sebagai sampel baku. Sebanyak 34 panelis semi terlatih diminta menyatakan sampel yang berbeda dengan sampel baku R, diantara kedua sampel uji. Bila ada atribut yang berbeda pada borang diberi tanda silang (x). Dari praktikum yang telah dilakukan, didapatkan hasil jumlah terkecil  dari penilaian panelis adalah atribut mutu warna, sampel bango yaitu sebesar 2 dan atribut mutu overall, sampel bango yaitu sebesar 2.  Dari tabel (jumlah penguji= 34-1, α=5%) didapatkan jumlah terkecil adalah 23. Sehingga, jumlah terkecil hasil penilaian panelis < jumlah terkecil tabel, yaitu 2<23.
Bedasarkan Tabel 3.1 jumlah panelis pada perbedaan aroma yaitu 4 orang untuk bango dan 30 orang untuk sampel sedap. Untuk perbedaan rasa yaitu 4 orang untuk sampel bango dan 30 orang untuk sempel sedap. Untuk perbedaan warna 2 orang untuk sampel bango dan 32 untuk sampel sedap. Perbedaan kekentalan 3 orang sampel bango dan 31 orang untuk sampel sedap daan parameter overall menghasilkan menghasilkan jumlah respon kecap bango sebanyak 2 dan kecap sedap sebanyak 32. Jumlah repon tersebut menjelaskan jumlah beda nyata signifikan. Pada tabel jumlah terkecil untuk menyatakan beda nyata pada uji duo trio menyebutkan bahwa dengan jumlah 34 panelis dengan tingkat signifikansi 5% mengharuskan sekurang-kurangnya jumlah respon panelis yang mengatakan sampel tersebut berbeda nyata adalah sebanyak 24. Dari tabel diatas, dengan parameter aroma, rasa, warna, kekentalan dan overall sudah memenuhi syarat minimum tabel jumlah terkecil untuk menyatakan beda nyata pada uji duo trio. Karena, disebutkan pada tabel jumlah minimum yang memberikan beda nyata adalah 24 dan dari data praktikum dengan beberapa parameter yang di uji telah lebih dari 24 panelis yang menyatakan beda nyata signifikan.
Dari data pengujian diatas, dapat disimpulkan bahwa sampel kecap sedap berbeda nyata signifikan dengan sampel kecap bango (sampel baku). Karena dari 34 panelis dari parameter aroma, rasa, warna, kekentalan dan overall menunjukkan adanya perbedaan nyata signifikan yang jelas terlihat pada sampel baku (kecap bango) dan sampel uji (kecap sedap). Sehingga artinya data yang dihasilkan > tabel jumlah angka terkecil sehingga sampel uji (kecap sedap) memang berbeda nyata dari sampel baku (kecap bango). Apabila benar lebih besar daripada jumlah minimum yang besar pada tingkat signifikan = 5%, maka dapat disimpulkan bahwa diantara sampel yang diuji terdapat perbedaan nyata.
Aplikasi di bidang pangan dalam percobaan uji duo trio adalah dalam memilih dan menyeleksi panelis untuk melakukan uji indarawi pada produk pangan. Untuk keperluan ini disajikan beberapa kali pengujian untuk seorang calon panelis yang diseleksi. Calon panelis yang dapat mendeteksi perbedaan dengan benar lebih dari 60%, maka seluruh penyajian dapat diambil sebagai panelis, dan dapat digunakan untuk reformulasi suatu produk baru, sehingga dapat diketahui ada atau tidaknya perbedaan antara produk lama dan baru.  Contohnya di industri-industri minuman dan makanan besar (Styaningsih,2010).

Mekanisme pengujian pada uji duo-trio adalah disajikan 3 sampel. 1 sebagai sampel baku, dan 2 sebagai sampel yang akan diuji. Pada praktikum kali ini, sampel baku diberi kode R, sedangkan sampel uji diberi kode A dan B. Salah satu kode sampel sama dengan sampel baku (R). Panelis diminta untuk mengenali sampel yang berbeda atau sampel yang sama dengan sampel baku. Atribut mutu yang digunakan adalah aroma, rasa warna, kekentalan, dan overall. Panelis harus mengenali sampel baku terlebih dahulu dan kemudian memilih salah satu dari dua sampel yang lain yang sama dengan sampel baku. Panelis diminta memberi tanda (X) untuk sampel yang berbeda dengan sampel baku pada setiap parameter (Beinner, 2010)
Langkah-langkah bagi penyaji menurut Rianti (2008) untuk uji duo-trio ini yang pertama adalah membuat dan menyiapkan borang penilaian. Borang penilaian ini berisi nama, tanggal, tanda tangan, sampel, instruksi, tabel penilaian dan kolom komentar. Langkah kedua adalah menyiapakan 2 variasi sampel kecap dan sampel baku. Kemudian menyiapkan piring kecil dan memberi 3 buah label. Sampel baku diberi kode R, sedangkan 2 sampel yang akan diuji diberi kode berupa 3 digit nomor acak yang berbeda di setiap sisi piring tersebut. Langkah keempat adalah meletakkan 3 mangkuk kecil kecap pada piring kecil di setiap label kode, dimana 2 label dengan kode yang berbeda diberi kecap dari jenis yang sama sedangkan label yang lain diberi kecap berbeda. Setelah itu menyiapkan air putih dalam gelas sloki yang akan digunakan oleh panelis sebagai penetral. Kemudian piring yang telah diisi sampel kecap, air putih dalam gelas sloki, serta borang penilaian diatur diatas meja dan disajikan kepada panelis.Sebelum panelis melakukan pengujian, penyaji memberikan instruksi pengujian terlebih dahulu. Setelah selesai pengujian, penyaji membersihkan perlatan dan tempat pengujian. Langkah terakhir adalah mengumpulkan borang penilaian dan mentabulasikan data hasil pengujian. (Rianti,2008).
 Uji sensori merupakan cara-cara pengujian terhadap sifat-sifat bahan pangan dengan menggunakan indera manusia termasuk indera penglihatan, perasa dan pembau. Panelis terlatih diseleksi dengan metode uji sensoris duo trio. Pengujian secara keseluruhan merupakan penilaian terhadap semua faktor mutu yang meliputi aroma, kenampakan, rasa dan tekstur yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkat penerimaan panelis terhadap produk brownis dengan bahan dasar dari tepung, gula, dan telur (Regina dkk, 2012).
 Warna adalah sifat cahaya yang dipancarkan. Sementara secara subjektif atau psikologis, warna adalah sebagian dari pengalaman indra penglihatan. Secara objektif atau fisik, warna dapat dibentuk oleh panjang gelombang. Dilihat dari panjang gelombang, cahaya yang tampak oleh mata merupakan salah satu bentuk pancaran energy yang merupakan bagian yang sempit dari gelombang elektromagnetik (Swasty, 2010).


  
          KESIMPULAN
Pada Praktikkum Acara III Uji Duo-Trio ini dihasilkan beberapa kesimpulan yaitu :
1.      Uji Duo-Trio adalah uji yang digunakan untuk mendeteksi adanya perbedaan yang kecil antara dua sampel. Uji ini relatif lebih mudah karena adanya sampel baku dalam pengujian.
2.      Sampel yang digunakan pada acara ini yaitu kecap bango (sebagai sampel baku) dan kecap sedaap
3.      Berdasarkan total data yang dihasilkan dan dibandingan dengan tabel jumlah angka terkecil diperoleh sampel kecap sedaap berbeda nyata dari sampel baku





DAFTAR PUSTAKA

Beinner, Mark Anthony., Anne Danieli Nascimento Soares., Ana Laura Antunes Barros., dan Maelene Azevedo Magalhaes Monteiro. 2010. Sensory Evaluation of Rice Fortified with Iron. Journal of Cienc. Tecnol. Aliment. Campinas. Vol. 30, No. 2.
Haliza, Winda., Sari Intan Kailaku., dan Sri Yuliani. 2012. Penggunaan Mixture Response Surface Methodology Pada Optimasi Formula Brownies Tepung Talas Banteng (Xanthosoma Undipes K.Koch) sebagai Alternatif Pangan Sumber Serat. Jurnal Pasca Panen, Vol. 9, No. 2.
Handajani, Sri. 1994. Ilmu dan Gizi. Sebelas Maret University Press. Solo.
Indriani. 2006. Brownies. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Rianti, Anggita Widhi dan Dahrul Syah. 2008. Kajian Formulasi Cookies Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) dengan Karakteristik Tekstur Menyerupai Cookies Keladi. Jurnal 2008, Skripsi Fakultas Teknologi Pertanian.
Regina, Maria., Dian Ravhmawati dan Nur Her. 2012. Kajian Karateristik Koya Ikan dengan Bahan Dasar Beberapa Macam Ikan dan Tepung Kedelai (Glycine max) sebagai Pelengkap Makanan. Jurnal Teknosains Pangan, Vol. 1, No. 1.
Sarifudin, Achmat., Riyanti Ekafitri., Diki Nanang Surahman dan Siti Khudaifanny. 2015. Pengaruh Penambahan Telur Pada Kandungan Proksimat, Karakteristik Aktivitas Air Bebas (aw) dan Tekstural Snack Bar Berbasis Pisang (Musa paradisiaca). Agritech, Vol. 35., No. 1.
Styaningsih, Dwi., Anton Apriyantono., dan Maya Puspita. 2010. Analisis Sensori untuk Industri Pangan dan Agro. IPB Press. Bogor.
Swasty, Wirania. 2010. A-Z Warna Interior Rumah Tagga. Penebar sewadaya. Bogor.
Syafutri, Merynda Indriyani., Filli Pratama., dan Daniel Saputra. 2006. Sifat Fisik dan Kimia Buah Mangga (Mangifera indica L) Selama Penyimpanan dengan Berbagai Metode Pengemasan. Jurnal Teknol. Dan Industri Pangan, Vol. 17, No. 1: 1-3.





LAMPIRAN

Tabel Jumlah terkecil untuk menyatakan beda nyata pada Uji Pasangan, Uji Duo Trio, Uji Pembanding Jamak dan Uji Rangsangan Tunggal

Jumlah Penguji
Jumlah terkecil untuk beda nyata tingkat
Jumlah Penguji
Jumlah terkecil untuk beda nyata tingkat
5%
1%
0,1%
5%
1%
0,1%
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
6
7
8
8
9
10
10
11
12
12
13
13
14
15
15
16
17
17
18
18
19
20
20
21
21
22
23
23
24
24


8
9
10
11
11
12
13
13
14
15
15
16
17
17
18
19
19
20
20
21
22
22
23
24
24
25
25
26





11
12
13
14
14
15
16
17
17
18
19
19
20
21
21
22
23
23
24
25
25
26
27
27
28
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
52
54
56
58
60
62
64
66
68
70
92
94
96
98
100
25
25
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
3
32
33
34
35
36
37
39
40
41
42
43
44
56
57
59
60
61
27
27
28
28
29
30
30
31
31
32
33
33
34
34
35
36
37
39
40
41
42
43
44
46
47
59
60
62
63
64
29
29
30
31
31
32
32
33
34
34
35
36
36
37
37
39
40
41
42
44
45
46
47
48
50
63
64
65
66
67

Laporan Uji Duo-Trio 4.5 5 aldino sense ACARA III UJI DUO-TRIO             TUJUAN Tujuan dari praktikum Acara III “Uji Duo-Trio” adalah   Mahasiswa mampu ...


No comments:

Post a Comment

Aldino Sense. Powered by Blogger.