• Admin
  • Pesan
  • Info Terbaru
  • Peraturan

Laporan Analisis Pangan Lemak

 






ACARA IV
LEMAK

A.  Tujuan
       Tujuan dari praktikum Analisa Pangan Acara IV yaitu Lemak adalah mengetahui kadar lemak beberapa bahan pangan dengan metode soxhlet.

B.  Tinjauan Pustaka
1.    Tinjauan Teori
Lipid (Yunani, lipos = lemak) adalah segolongan besar senyawa tak larut dalam air yang terdapat di alam. Lipid cenderung larut dalam pelarut organik seperti eter dan kloroform. Sifat ilmiah inilah yang membedakannya dari karbohidrat, protein, asam nukleat, dan kebanyakan molekul hayati lainnya (Wilbraham, 1992). Lipid adalah penyusun jaringan tumbuhan dan hewan yang larut dalam larutan berpolaritas rendah, seperti kloroform, karbon tetraklorida, dietil eter, dan benzena (Petrucci, 2008).
Lipid mensuplai karbon dengan energi yang tinggi permolnya. Kandungan asam lemak dari lipid dalam substrat dapat memberikan kontribusi 10-40% atau bahkan lebih tinggi dari total sumber karbon untuk memngubah metabolisme sel (Sukma, 2010). Seperti halnya karbohidrat dan protein, lemak merupakan sumber energi bagi tubuh. Bobot energi yang dihasilkan pergram lemak adalah 2  kali lebih besar daripada karbohidrat dan protein 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori sedangkan 1 gram karbohidrat dan protein haya menghhasilkan 4 kalori (Suhardjo, 1992).
Lemak tersusun dari tiga elemen dasar yaitu karbon, hidrogen dan oksigen. Secara kimiawi, lemak merupakan bagian dari lipida, yang merupakan ester asam lemak dan gliserol. Gliserol mempunyai tiga gugus hidroksi yang masing-masing mengikat (melalui ikatan ester) atu molekul asam lemak, sehingga satu molekul lemak terdiri atas satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak (Muchtadi, 2014).
Lemak adalah sekelompok ikatan organik yang terdiri atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H). Oksigen (O), yang mempunyai sifat dapat larut pada zat-zat pelarut tertentu. Lemak di dalam makanan memegang peranan penting adalah lemak netral, atau trigliserida yang molekulnya terdiri dari satu molekul gliserol (gliserin) dan tiga molekul asam lemak, yang diikatkan pada gliserol tersebut dengan ikatan ester. Lemak dapat diklarifikasikan dengan berbagai cara: 1) menurut struktur kimiawinya, 2) menurut sumbernya, 3) menurut konsistensi, 4) menurut wujudnya
(Paath, 2004).
Jenis-jenis utama lipida: Asam lemak; asam karboksilat alifatik berantai panjang, alkohol lemak; alkohol alifatik berantai panjang netral, fosfoliserida, spingolipida, terpena, steroida, lipida terkonjugasi, prostaglandin, hidrokarbon. Istilah lipida menunjuk ke zat yang dapat diekstraksi dari materi hidup dengan menggunakan pelarut hidrokarbon seperti ligroin, benzena, eti eter, atau kloroform. Fungsi lipida termasuk penyimpanan energi dan transpor, struktur membran, kulit pelindung, komponen dinding sel, penyampai kimia (Page, 1987).
Semua bagian dan pentingnya lemak dan minyak berasal dari sifat fungsional yang mereka berunding untuk makanan. Ini adalah konsekuensi dari mereka sifat kimia dan fitur struktural. Lipid relatif tidak larut dalam air karena daerah nonpolar besar. Namun, mereka juga mengandung gugus dengan beberapa derajat polaritas. Itu kombinasi dari gugus polar dan nonpolar dan variasi mereka adalah apa yang memberikan berbagai sifat fungsional diamati dan apa membuat sangat berharga. Pentingnya lemak dan minyak berasal dari fungsi yang mereka dapat memberi, ini pada gilirannya muncul dari mereka sifat kimia dan struktural umum, fitur yang ada dalam semua lemak dan minyak. Dalam konteks ini, lemak dan minyak istilah khusus mengecualikan produk mineral dan berlaku untuk apa yang biasanya disebut lipid. Lipid didefinisikan sebagai: Sebuah istilah inklusif untuk lemak dan lemak berasal bahan. Termasuk semua zat yang: 1) adalah relatif tidak larut dalam air tetapi larut dalam organik pelarut. 2) terkait baik sebenarnya atau berpotensi untuk lemak ester asam, alkohol lemak, sterol, lilin dll 3) oleh organisme hewan (Belton, 2000).
Sebuah administrasi besar teroksidasi minyak sayur dalam diet dapat menyebabkan kejengkelan proses radikal bebas. Hal ini diyakini bahwa seperti diet, mirip dengan konsumsi berlebihan produk kaya kolesterol, menghasilkan pengembangan vaskular lesi, yang menyebabkan aterosklerosis dan kemudian penyakit pada sistem kardiovaskular. Dalam industri makanan, oksidasi lipid dihambat oleh sintetik antioksidan seperti butil hydroxyanisol, butil hydroxytoluene, TERC butil hidroxiquinona (TBHQ), dan Propyl gallate. Penggunaan mereka senyawa telah dipertanyakan dalam banyak studi di hal keselamatan mereka karena risiko menyebabkan jantung penyakit dan karsinogenesis (Keshvari, 2013).
Minyak dan lemak adalah penting untuk tubuh kita dan digunakan untuk memasok energi. Dimakan lemak bersumber dari tanaman (juga dikenal sebagai minyak nabati) dan hewan. Perbedaan antara lemak hewani dan nabati adalah bahwa lemak hewan mengandung minyak nabati mengandung phytosterols cholesterols sementara. Perbedaan lain adalah asam lemak tak jenuh yang lebih rendah konten dalam lemak hewan dibandingkan dengan yang di minyak nabati (Iswarin, 2012).
Kadar lemak menggunakan prinsip kerja metode ekstraksi Soxhlet : lemak diekstrak dengan pelarut dietil eter, setelah pelarutnya diuapkan, lemak dapat dihitung dan ditimbang persentasenya. Prosedurnya dengan cara mengambil lemak yang telah diekstrak dengan menggunakan metode ekstraksi soxhlet, kemudian dikeringkan dalam oven, didinginkan dalam desikator dan ditimbang beratnya. Kertas saring yang berisi sampel tersebut diletakkan dalam alat ekstraksi Soxhlet, kemudian dipasang alat kondensor di atasnya dan labu lemak di bawahnya pelarut dietil eter dituangkan ke dalam labu lemak secukupnya, sesuai dengan ukuran soxhlet yang digunakan. Dilakukan penyaringan selama minimum 5 jam sampai pelarut yang turun kembali ke labu lemak berwarna jernih. Pelarut yang ada di labu lemak didistilasi, ditampung pelarutnya. Selanjutnya labu lemak yang berisi lemak hasil ekstraksi dipanaskan dalam oven pada suhu 105°C. Setelah dikeringkan sampai berat tetap dan didinginkan dalam desikator, labu beserta lemaknya tersebut ditimbang. Perhitungan persentase berat lemak dengan rumus : % Kadar lemak  (Hayati, 2012).
Ekstraksi menggunakan Soxhlet dengan pelarut cair merupakan salah satu metode yang paling baik digunakan dalam memisahkan senyawa bioaktif dari alam. Cara ini memiliki beberapa kelebihan dibanding yang lain antara lain sampel kontak dengan pelarut yang murni secara berulang, kemampuan mengekstraksi sampel lebih tanpa tergantung jumlah pelarut yang banyak. Karena bagaimanapun, dengan alasan toksisitas, prosedur obat dan pengobatan harus menekan penggunaan pelarut dalam proses farmasetis. Penggunaan pelarut juga dapat mempengaruhi kinetika kristalisasi dan morfologi kristal dari produk (Rais, 2014). Kelemahan metode soxhlet yaitu memakan waktu yang lama serta penggunaan zat organik yang biasanya beracun (Saputra, 2013).
Soxhlet pemakaian teknik yang digunakan untuk ekstraksi atau pemisahan dari unsur kimia di pabrik obat, herba leonuri.Tujuan utama dari analisis kajian ini dipusatkan di senyawa diambil dan persyaratan pengambilan itu. Soxhlet extractions telah dilakukan pada tiga waktu ekstraksi (6 jam , 9 jam dan 12 jam) dan dengan dua (pelarut metanol dan n-hexane) (Ahmad, 2010).
2.    Tinjauan Alat dan Bahan
Alat soxhlet adalah suatu sistem penyarian berulang dengan pelarut yang sama yang menggunakan proses sirkulasi perubahan uap – cair dari pelarut dengan pemanasan. Polaritas cairan pelarut yang digunakan bergantung dari sifat kimia senyawa aktif yang akan diekstraksi dan kemampuan menembus membran sel. Ekstraksi menggunakan Soxhlet dengan pelarut cair merupakan salah satu metode yang paling baik digunakan dalam memisahkan senyawa bioaktif dari alam. Cara ini memiliki beberapa kelebihan dibanding yang lain antara lain sampel kontak dengan pelarut yang murni secara berulang, kemampuan mengekstraksi sampel lebih tanpa tergantung jumlah pelarut yang banyak. Karena bagaimanapun, dengan alasan toksisitas, prosedur obat dan pengobatan harus menekan penggunaan pelarut dalam proses farmasetis. Penggunaan pelarut juga dapat mempengaruhi kinetika kristalisasi dan morfologi kristal dari produk (Rais, 2014).
Benzena, sifat-sifat: massa molekul 78,12g/mol, momen dipol (μ)= 0D, titik didih 80,1°C, titik leleh 5,5°C, densiti 0,879 g/ml. Benzena melarutkan 0,06 air pada 20°C dan air melarutkan benzena 0,07% pada suhu yang sama. Benzena membentuk azeotrop biner dengan air pada titik didih 69,2°C dan mengandung 91,2% benzena. Benzena juga membentuk azeotrop terner dengan air dan etanol dengan titik didih 64,8°C, mngandung 18,5% etanol, 7,4% air dan 74,1% benzena (Ibrahim, 2013).
Serealia adalah buah dari rumput yang dibudidayakan, anggota dari famili Gramineae. Tanaman serealia yang utama adalah: gandum, jagung, padi, barli, oats, rogge, sorgum, jagung kaffir atau milo. Komponen kimia yang utama pada sereaalia adalah karbohidrat (terutama pati, kira-kira 80% dari bahan kering), protein (kira-kira 15% dari bahan kering), dan lemak (kira-kira 5% dari bahan kering) dan air (Buckle, 1987).
Pengeringan biasanya dipakai untuk menentukan kadar air, atau dilakukan pada zat kimia padat yang akan ditimbang untuk standardisasi, membuat reagensia  dan lain-lain. Alat yang digunakan adalah oven yang dilengkapi dengan termometer, thermostat dan pengatur waktu pengeringan yang dikehendaki. Alat  yang akan dipakai sebagai wadah bahan atau kemikalia yang akan ditimbang harus juga dikeringkan. Alat yang digunakan untuk menyimpan bahan yang akan sudah dikeringkan adalah eksikator (dessicator) yang kedap udara, di alamnya ditaruh zat yang bisa menyerap uap air (silika gel) sehingga pengaruh uap air selama penyimpanaan bisa diabaikan (Sudarmadji, 1997).



C.  Metodologi
1.    Alat
a.    Alat Ekstrasi Soxhlet
b.    Eksikator
c.    Kertas saring bebas lemak
d.   Neraca Analitik
e.    Oven
2.    Bahan
a.    Pelarut Organik (Benzen)
b.    Cerelac
c.    Ceremix
d.   Energen
e.    Milna
f.     Oatmile
g.    Promina
h.    Sun


D.  Hasil dan Pembahasan
Tabel 4.1 Data Analisa Lemak
No
Sampel
Massa kertas saring A
Massa sampel basah B
C
(A+B)
Massa kertas saring + sampel kering
D
Massa kertas saring + sampel setelah ekstraksi
E
% lemak
Wb
Db
1
Serelax
0,825
1,591
2,416
2,224
2,188
9,437
1,618
2
Ceremix
0,692
1,652
2,344
2,278
2,235
4,650
1,924
3
Energen
0,703
1,596
2,299
2,252
2,220
3,436
1,421
4
Milna
0,678
1,670
2,348
2,239
2,170
7,581
3,082
5
Oatmile
0,680
1,632
2,312
2,135
2,008
13,14
5,948
6
Promina
0,679
1,805
2,484
2,337
2,297
7,528
1,712
7
Sun
0,662
1,515
2,177
2,092
2,054
5,649
1,816
8
Serelax
0,686
1,868
2,544
2,450
2,400
6,029
2,041
9
Ceremix
0,680
1,603
2,283
2,222
2,201
3,886
0,945
10
Energen
0,691
1,762
2,453
2,378
2,331
4,974
1,976
11
Milna
0,688
1,957
2,645
2,523
2,464
6,843
2,338
12
Oatmile
0,674
1,840
2,514
2,318
2,170
13,68
6,385
13
Promina
0,669
1,657
2,326
2,251
2,247
3,310
0,089
14
Sun
0,693
1,565
2,358
2,103
2,067
8,458
1,711
Sumber: Laporan Sementara
       Lipid adalah penyusun jaringan tumbuhan dan hewan yang larut dalam larutan berpolaritas rendah, seperti kloroform, karbon tetraklorida, dietil eter, dan benzena (Petrucci, 2008). Lipid mensuplai karbon dengan energi yang tinggi permolnya. Kandungan asam lemak dari lipid dalam substrat dapat memberikan kontribusi 10-40% atau bahkan lebih tinggi dari total sumber karbon untuk memngubah metabolisme sel (Sukma, 2010).
       Jenis-jenis utama lipida adalah Asam lemak; asam karboksilat alifatik berantai panjang, alkohol lemak; alkohol alifatik berantai panjang netral, fosfoliserida, spingolipida, terpena, steroida, lipida terkonjugasi, prostaglandin, hidrokarbon. Istilah lipida menunjuk ke zat yang dapat diekstraksi dari materi hidup dengan menggunakan pelarut hidrokarbon seperti ligroin, benzena, eti eter, atau kloroform. Fungsi lipida termasuk penyimpanan energi dan transpor, struktur membran, kulit pelindung, komponen dinding sel, penyampai kimia
(Page, 1987).
       Analisis lemak dapat dilakukan dengan cara kromatografi. Dua cara yang umum digunakan adalah kromatografi lapis tipis (KLT) dan kromatografi gas. KLT digunakan untuk uji kemurnian lemak dan kromatografi gas digunakan untuk identifikasi asam lemak yang terkandung dalam lemak. Dengan menggunakan kromatografi gas komponen-komponen dalam lemak dapat dipisahkan satu sama lain (Puspawati, 2011).
       Kadar lemak menggunakan prinsip kerja metode ekstraksi Soxhlet adalah lemak diekstrak dengan pelarut dietil eter, setelah pelarutnya diuapkan, lemak dapat dihitung dan ditimbang persentasenya. Prosedurnya dengan cara mengambil lemak yang telah diekstrak dengan menggunakan metode ekstraksi soxhlet, kemudian dikeringkan dalam oven, didinginkan dalam desikator dan ditimbang beratnya. Sampel 5 g ditimbang dalam bentuk bubuk langsung dalam saringan timbel, yang sesuai ukurannya, kemudian tutup dengan kapas/wool yang bebas lemak. Kertas saring yang berisi sampel tersebut diletakkan dalam alat ekstraksi Soxhlet, kemudian dipasang alat kondensor di atasnya dan labu lemak di bawahnya Pelarut dietil eter dituangkan ke dalam labu lemak secukupnya, sesuai dengan ukuran soxhlet yang digunakan. Dilakukan penyaringan selama minimum 5 jam sampai pelarut yang turun kembali ke labu lemak berwarna jernih. Pelarut yang ada di labu lemak didistilasi, ditampung pelarutnya. Selanjutnya labu lemak yang berisi lemak hasil ekstraksi dipanaskan dalam oven pada suhu 105°C. Setelah dikeringkan sampai berat tetap dan didinginkan dalam desikator, labu beserta lemaknya tersebut ditimbang. Perhitungan persentase berat lemak dengan rumus : % Kadar lemak  (Hayati, 2012).
       Ekstraksi menggunakan Soxhlet dengan pelarut cair merupakan salah satu metode yang paling baik digunakan dalam memisahkan senyawa bioaktif dari alam. Cara ini memiliki beberapa kelebihan dibanding yang lain antara lain sampel kontak dengan pelarut yang murni secara berulang, kemampuan mengekstraksi sampel lebih tanpa tergantung jumlah pelarut yang banyak. Karena bagaimanapun, dengan alasan toksisitas, prosedur obat dan pengobatan harus menekan penggunaan pelarut dalam proses farmasetis. Penggunaan pelarut juga dapat mempengaruhi kinetika kristalisasi dan morfologi kristal dari produk (Rais, 2014). Kelemahan metode soxhlet yaitu memakan waktu yang lama serta penggunaan zat organik yang biasanya beracun
(Saputra, 2013).
       Pada praktikum analisa pangan acara 4 yaitu lemak, digunakan metode soxhlet dengan mengoven kertas saring selama minimal 2 jam untuk menghiangkan air dan lemak pada kertas saring. Lalu menimbang kertas saring, untuk kelompok 6 didapatkan berat sebesar 0,679 gram, sampel basah ditimbang sekitar 1,5-2 gram, untuk kelompok 6 menggunakan sampel promina dan dipatkan berat sampel basah sebesar 1,805 gram. Sampel dibungkus dengan kertas saring lalu ditimbang kembali sehingga berat kertas saring dan sampel basah sebesar 2,484 gram kemudian sampel yang telah dibungkus, dioven selama 5 jam pada suhu 105°C. Sampel dimasukan ke dalam tabung timbal untuk dilakukan ekstraksi dengan alat soxhlet sampai 10 sirkulasi, 1 sirkulasi ditandai dengan penuhnya sifon sehingga benzen turun ke labu penampung. Karena lemak larut dalam benzen, sehingga kandungan lemak pada sampel akan larut ikut turun ke labu penampung. Setelah 10 sirkulasi, sampel dikeluarkan dari timbel dan diangin-anginkan sampai benzen hilang dari sampel, lalu sampel dioven selama 30 menit dan langsung ditimbang dalam keadaan panas agar tidak ada uap air yang terserap oleh sampel.
       Dari penimbangan didapatan berat kertas saring dan sampel kering sebesar 2,337 gram dan berat kertas sampel setelah diekstraksi sebesar 2,297 gram, maka kadar lemak wet basis sebesar 7,528% dan kadar lemak dry basis sebesar 1,7116%. Sedangkan menurut standar produk SNI kadar lemak suatu bahan pangan yaitu bubur bayi yaitu sebesar , menurut informasi niai gizi pada kemasan promina yaitu dari 20 gram terdapat 2 gram kandungan lemak sehingga kandungan lemak sebesar 10%, menrut DKBM kadar lemak yang sesuai adalah sebesar 1,20%. Jadi antara kadar lemak hasil percobaan dengan kadar lemak yang dikeluarkan oleh SNI, DKBM dan Informasi Nilai Gizi sampel berbeda, hal tersebut dapat terjadi karena adanya beberapa kesalahan saat melakukan percobaan seperti kurang teliti saat penimbangan dan terlalu lama sampel berada diruang terbuka sehingga kemungkinan sampel menyerap uap air sangat mungkin terjadi.
       Faktor-faktor yang mempengaruhi diantaranya komposisi awal bahan-bahan, suhu dan waktu pemangganagan. Proses pemanasan ketika pemanggangan juga akan mempengaruhi kandungan lemak biskuit. Protein akan terkoagulasi jika bahan dipanaskan sehingga banyak dari air dan lemak akan keluar (Pratama, 2014).
       Dalam industri makanan, oksidasi lipid dihambat oleh sintetik antioksidan seperti butil hydroxyanisol, butil hydroxytoluene, TERC butil hidroxiquinona (TBHQ), dan Propyl gallate. Penggunaan mereka senyawa telah dipertanyakan dalam banyak studi di hal keselamatan mereka karena risiko menyebabkan jantung penyakit dan karsinogenesis (Keshvari, 2013).
       Baking paling populer adalah yang tertua dan teknik pemrosesan makanan yang menggunakan berkepanjangan panas kering oleh konveksi lebih karena radiasi termal biasanya dalam oven, tetapi juga di abu atau di batu panas. Simultan itu merupakan kompleksitas panas dan massa transfer industri proses biasanya diterapkan dalam makanan. Sebuah baking oven adalah alat di yang paling banyak dipakai makanan industri jasa. Oven dapat hanya disebut sebagai seorang yang terisolasi sepenuhnya tertutup thermally kamar dipakai bagi sistem pemanasan, baking atau pengeringan zat .Dalam sebuah baking oven, the hot air mengalir atas bahan yang menyengat baik oleh alam konveksi atau dipaksa oleh penggemar, konveksi yang panas transfer dari udara, radiasi panas transfer dari oven pemanasan permukaan, panas dan konduksi transfer di daerah kontak antara produk dan permukaan logam  (Genitha, 2014).



E.  Kesimpulan
       Dari praktikum analisa pangan acara 5 yaitu lemak dapat diambil kesimpulan bahwa:
1.      Dari hasil yang didapatkan, pada sampel promina kadar lemak wet basis sebesar 7,528% dan kadar lemak dry basis sebesar 1,7116%.
2.      Salah satu cara menentukan kadar lemak yaitu dengan metode soxhlet. Dengan prinsip suatu sistem penyarian berulang dengan pelarut yang sama yang menggunakan proses sirkulasi perubahan uap – cair dari pelarut dengan pemanasan, ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik.
3.      Salah satu manfaat mengatahui kandungan lemak pada bahan pangan adalah dalam menghitung konsentrasi zat gizi yang dikonsumsi oleh tubuh. Pentingnya lemak dalam suatu bahan makanan ialah karena adanya asam-asam esensial yang mempunyai peranan penting dalam memelihara kesehatan kulit.




DAFTAR PUSTAKA

Ahamd, Anees., Abbas Alkarkhi., and Sufia Hena. 2010.Optimization of Soxhlet Extraction of Herba Leonuri Using Factorial Design of Experiment. International Journal of Chemistry. Vol.2 No.1.
Belton, Peter. 2000. The Functional Properties Of Fats And Oils- A Richness Of Diversity. Grasas Y Aceltes. Institute Of Food Research, Norwich Research Park .
Buckle, KA. 1987. Ilmu Pangan. Jakarra: Penerbit Universitas Indonesia.
Genitha, I., Lakshmana Gowda., and John Diamond. 2014. Design, Fabrication and Performance Evaluation of Domestic Gas Oven. Journal of Engineering. Vol.4 No.1.
Hayati, Rita., Ainun Marliah., and Farnia Rosita. 2012. Sifat Kimia dan Evaluasi Sensori Bubuk Kopi Arabika. Jurna Floratek. Vol.1 No.7:66-69
Ibrahim, Sanusi., Marharn Sitorus. 2013. Teknik Laboratorium Kimia Organik. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Iswarin, Siti., Beni Permadi. 2012. Coconut Milk’s Fat Breaking by Means of Ultrasound. International Journal of Basic & Applied Sciences. Vol.12 No.1:
Keshvari, Mahtab Et Al. 2013. Preventive Effect Of Cinnamon Essential Oil On Lipid Oxidation Of Vegetable Oil. Vol.9, Issue 5.
Lehninger, Albert. 1988. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Muchtadi, Deddy. 2014. Pengantar Ilmu Gizi. Bandung: Penerbit Afabeta.
Paath, Erna. 2004, Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Page, David. 1997. Prinsip-Prinsip Biokimia Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Petrucci, Ralph., William Harwood., Geoffrey Herring., and Jeffry Mdura. 2008. Kimia Dasar Prinsip-Prinsip dan Aplikasi Modern. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Puspawati, Ni Made., Ni Gusti Ayu Made Suastuti., and Dewa Ayu Indra Dewi. 2011. Analisis Asam Lemak Rumput Laut Ulva reticulata Forsskal yang diperoleh dari Pantai Segoro Sanur. Jurnal Kimia. Vol.5 No.2:109-110
Pratama, Rusky Intan., Iis Rostini., and Evi Liviaaty2014. Karakteristik Biskuit dengan Penambahan Tepung Tulang Ikan Jangilus (Isthioporus Sp.). Jurnal Akuatika. Vol.5 No.1:30-39
Rais, Ichwan Ridwan. 2014. Ekstrasi Andografolid dari Andrographis paniculata(Burm.f) Nees Menggunakan Ekstraktor Soxhlet. Jurnal Pharmaciana. Vo.4 No.1:85-86
Saputra, Irfan., Ghuzrina, Prihandini., Siti Zulaikah., and Rachimoellah. 2013. Ekstraksi Senyawa Bioactiv dari Daun Moringa Oleifera. Jurnal Teknik Pomits. Vol.2 No.1.
Sudarmadji, Slamet., Bambang Haryono., and Suhardi. 1997. Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Yogyakarta: Liberty.
Suhardjo. 1992. Prinsip-Prinsip Ilmu Gizi. Bogor. Penerbit Kanisius.
Sukma, Lingga., Zackiyah., and Gun Gun Gumilar. 2010. Pengkayaan Asam Lemak tak Jenuh pada Bekatul dengan Cara Fermentasi Padat Menggunakan Andrographis paniculata. Jurnal Sains dan Teknologi Kimia. Vol.1 No.1:66-70
Wilbraham, Anthony. 1992. Pengantar Kimia Organik dan Hayati. Badung: Penerbit ITB.

Laporan Analisis Pangan Lemak 4.5 5 aldino sense ACARA IV LEMAK A.   Tujuan        Tujuan dari praktikum Analisa Pangan Acara IV yaitu Lemak adalah mengetahui kadar le...


2 comments:

  1. Permisi, izin salin sebagian tulisannya buat tugas kuliah ya, terimakasih banyak.

    ReplyDelete

Aldino Sense. Powered by Blogger.