• Admin
  • Pesan
  • Info Terbaru
  • Peraturan

Potensi Lumpur Lapindo

 



Perkembangan ilmu biomaterial semakin lama semakin maju, hal ini disebabkan oleh meningkatnya berbagai kasus peristiwa bencana alam, kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas serta kasus ledakan
bom yang mengakibatkan patah tulang juga kehilangan anggota tubuh. Indonesia memiliki jumlah kasus operasi bedah tulang atau implan tulang yang cukup signifikan, berkisar 300-400 kasus operasi bedah tulang perbulan. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat kecelakaan yang tinggi menyebabkan kebutuhan akan bahan biomaterial yang berfungsi menggantikan ataupun memperbaiki jaringan tubuh yang rusak maupun hilang semakin meningkat. Implan merupakan sesuatu bahan yang dimasukkan ke dalam tubuh makhluk hidup dengan tujuan untuk memperbaiki maupun mengganti jaringan ataupun organ tubuh yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Pada akhir-akhir ini telah dikembangkan material implan untuk pencegahan, pengobatan atau penyembuhan. Implan untuk pencegahan misalnya susuk KB, implan untuk penderita asma dan penyakit jantung. Implan untuk pengobatan atau terapi sebagai contohnya adalah implan antibiotik pada pengobatan penyakit periodontal (periodontal pocket disesase) dalam kasus ini implan akan teresorbsi oleh darah bersamaan dengan proses penyembuhan. Demikian pula pada implan biokeramik aktif pada kasus patah tulang, implan akan bereaksi atau teresorbsi dan terjadi jaringan penyembuhan serta pembentukan tulang baru. Material yang kontak dengan jaringan terutama yang kontak langsung dengan jaringan lunak dan cairan jaringan harus mempunyai sifat biokompatibilitas tinggi. Suatu bahan biomaterial harus biokompatibel dimaksudkan agar tubuh dapat menerima implant tersebut dan memberi respon positif akan bahan baru yang dimasukkan ke dalam tubuh, sehingga fungsi jaringan ataupun organ tubuh tersebut dapat berjalan normal kembali. Keramik
merupakan bahan yang membentuk jaringan apatit atau ada yang teresorbasi oleh darah dan diganti dengan jaringan penyembuhan. Syarat lain suatu bahan dapat dijadikan biomaterial adalah harus bersifat bioaktif, mudah didapat, sesuai dengan fisiologis, osteokonduktif, biodegradable, tidak mengandung racun, dan bioresorbabel. Untuk melihat hal itu perlu dilakukan beberapa macam uji agar biomaterial tersebut aman untuk diimplankan ke dalam tubuh makhluk hidup.

Prostetik sendi lutut merupakan salah satu biomaterial yang banyak dibutuhkan dalam bidang medis dibandingkan bagian tubuh lain. Kerusakan pada tulang sendi

(osteoarthtritis) dapat di atasi dengan total knee replacement dengan cara mengganti sendi lutut menggunakan prothes. Prostetik sendi lutut terdiri atas tiga bagian yaitu, bagian utama prostetik tempurung lutut (knee cap), tatakan knee cap (tibial tray) dan komponen suport tibial tray (komponen tibial). Implantansi logam ke dalam tubuh dapat menimbulkan terjadinya pembengkakan dan rasa sakit disekitar jaringan tubuh yang diimplantasi (Hong Li et all, 2010). Solusinya sendi lutut dibuat dengan suatu biomaterial yang memiliki biokompatibilitas yang baik dengan sel tubuh (Giat, 2010). Biomaterial yang baik untuk implantasi tulang harus bersifat bioaktif, sesuai dengan fisiologis, biokompatibiliti, mudah didapat, osteokonduktif, stabil secara biomekanis, biodegradabel, bioresobabel dan tidak mengandung racun. Namun sampai saat ini bahan biomaterial itu sendiri masih sangat mahal dan harus diimpor dari luar negeri, sehingga banyak masyarakat tidak mampu membayar biaya operasi. Dengan memperhatikan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan inovasi baru pada bidang biomaterial untuk mendapatkan biomaterial yang baik bagi tubuh dan berharga murah. Bahan biomaterial dapat berasal dari logam maupun keramik. Salah satu bahan keramik yang dapat dijadikan biomaterial adalah alumina (Al2O3). Aluminium oksida atau alumina (Al2O3) merupakan biokeramik yang memiliki sifat bioinert, tidak menimbulkan efek toksik pada tubuh, dan dapat mempertahankan bentuknya ketika dimasukkan dalam tubuh. Alumina dengan kemurnian tinggi memiliki ketahanan terhadap beban cukup besar (tidak mudah rapuh) disebabkan sifatnya yang keras dan kuat (Ramlan, 2010). Alumina dapat bertahan pada suhu 
yang sangat tinggi, sehingga alumina juga digunakan sebagai bahan anti panas (refraktori) serta sebagai pengganti tulang, pelapis tengkorak pelindung dari benturan benda asing dan pengganti/pelapis gigi (Noviana, 2013).

Material biokeramik memiliki biokompatibilitas yang baik dengan sel-sel tubuh dibandingkan dengan biomaterial polimer atau logam. Biokompatibilitas adalah sebuah sifat yang dimiliki oleh suatu material yang bisa bekerja selaras dengan tubuh tanpa menimbulkan efek yang berbahaya bagi tubuh (Cahyanto, 2009). Biokeramik dapat diklasifikasi menjadi tiga, yaitu: (1) bioinert keramik, jenis ini memiliki kelebihan relative stabil di dalam tubuh manusia, tidak berbahaya, dan tahan lama;

(2) bioaktif keramik, memiliki sifat dapat membentuk ikatan dengan jaringan-jaringan yang ada pada makhluk hidup dan tidak terjadi penolakan antara biokeramik dan jaringan hidup; (3) bioresorable keramik, memiliki sifat dapat mengalami penguraian di dalam tubuh dengan reaksi kimia dan hasil penguraiannya dapat diserap oleh tubuh dan tidak menimbulkan efek toksik. Sejak abad ke-17, lebih dari 2,5 juta implant femoral heads diciptakan dengan lebih dari 3000 implan yang sukses diaplikasikan sejak tahun 1987 dibawah pengawasan FDA (Food and Drug Administration). Alumina dengan kemurnian tinggi (>99,5%), biasa digunakan pada tulang (femoral head, bone screws dan bone plate, pelapisan porous untuk femoral stems, porous spacers, knee prosthesis) dan gigi (crowns dan bridges). Hal ini karena alumina memiliki sifat-sifat, seperti, ketahanan korosi sangat baik, biokompatibilitas baik, ketahanan aus tinggi, dan ketahanan retak tinggi. 

Pembuatan alumina yang berasal dari lumpur Lapindo ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan prostetik tempurung lutut yang sesuai dengan prinsip dasar bahan biomaterial yang baik bagi tubuh yaitu biokompatibel, sifat bioinert, tidak menimbulkan efek toksik pada tubuh, dan dapat mempertahankan bentuknya ketika dimasukkan dalam tubuh, namun tentunya hal ini perlu beberapa penelitian lanjutan untuk kesempurnaan ide ini. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai potensi dan pemanfaatan lumpur Lapindo yang jauh lebih optimal dan pastinya dapat menambah nilai guna dari segi ekonomis bagi masyarakat dan pemerintah. Dengan mengubah limbah menjadi suatu kekayaan alam yang memiliki manfaat besar bagi bidang kesehatan dan berharga mahal.



Potensi Lumpur Lapindo 4.5 5 aldino sense Perkembangan ilmu biomaterial semakin lama semakin maju, hal ini disebabkan oleh meningkatnya berbagai kasus peristiwa bencana alam...


No comments:

Post a Comment

Aldino Sense. Powered by Blogger.