• Admin
  • Pesan
  • Info Terbaru
  • Peraturan

Membuat Pesawat Terbang dengan 3D Blender

 



Computer-generated image (CGI) adalah penerapan bidang komputer grafis, atau lebih khusus, grafis 3D komputer untuk efek khusus dalam animasi, film, program televisi, commercials,
simulators dan media cetak. Ini kadang-kadang disebut sebagai FMV (Full motion video). Komputer grafis 3D sering disebut sebagai Pemodelan 3D adalah proses

mengembangkan representasi matematis dari setiap permukaan tiga-dimensi obyek (baik mati atau hidup) melalui perangkat lunak khusus [3].
Perancangan pesawat terbang pada masa sekarang ini dapat menggunakan berbagai macam metode salah satunya dengan menggunakan software Blender. Blender adalah sebuah aplikasi terintegrasi yang memungkinkan pembuatan banyak konten 2D dan 3D. Blender menyediakan sekumpulan luas dari kemampuan modeling, texturing, lighting, animation, dan video post-processing.
Melalui open architecture, Blender menyediakan cross-platform interoperability, extensibility, sebuah footprint yang sangat kecil, dan sebuah alur kerja yang terintegrasi secara ketat [1].
On NURBS : A Survey merupakan penelitian yang dilakukan oleh Les Piegl dari University of Florida pada tahun 1991. Penelitian ini didasarkan dari penemuan Pierre √Čtienne B√©zier mengenai NURBS yang digunakan pada Computer Aided Design (CAD) yang sangat cocok untuk dunia industri dan benda yang bersifat polynomial rasional. Penelitian ini menjadi dasar semua penelitian tentang NURBS termasuk alasan penggunaan Nurbs untuk pemodelan 3D [4], [5].
Dalam pembuatan model pesawat terbang ini digunakan alur proses produksi Animasi yang terbagi dalam tiga tahapan yaitu pra produksi, produksi dan pasca produksi. Tahap pra produksi seperti cerita, storyline, modelling, texturing, rigging dan lainnya. Tahap produksi seperti animating, lighting, rendering dan lainnya. Tahap pasca produksi seperti compositing, editing dan mastering.

Hardware
Hardware merupakan perangkat yang bersifat fisik (keras) yang digunakan. Spesifikasi minimal perangkat keras yang dapat digunakan adalah sebagai berikut

a)     32 bits, Dual Core CPU with at least 2 GHZ, and SSE2 support.
b)     2 GB RAM
c)     24 bits 1280x768 display
d)     Mouse or trackpad
e)     OpenGL Graphics Card with 256 MB RAM

Software
Beberapa perangkat lunak yang digunakan dalam tahapan produksi dan pasca produksi :


a)     Windows 7 64 bits Operating Systems
b)     Freemake Video Converter 3.0.2
c)     Blender 3D
d)     Avid Studio
e)     Adobe Flash Professional CS4

Perancangan Model 3D Pesawat Terbang Menggunakan Blender
Atur perspektif di View > Perspektif > maka blueprint akan tampil sebagai latar belakang pada semua view atau tampilan (front, back, bottom, top, right, left). Model 3D akan diletakkan pada layer 1.  terlihat tampilan layar blender dengan latar belakang cetak biru pesawat terbang.

Fuselage
Fuselage merupakan bagian badan pesawat. Split atau bagi tampilan menjadi 2 dengan cara klik kanan pada batas atas Split Area. Kemudian atur tampilan (View) yang dikiri layar Front View dan dikanan layar Right View pada tab View. Pembuatan model dengan teknik
NURBS, pada menu Add > Surface > NURBS Circle atau shift+A > Surface > Nurbs Circle. Kemudian atur posisinya sesuai dengan Blueprint untuk mempermudah dalam pemodelan. Pembuatannya menggunakan teknik Extends dengan cara tekan Tab Keyboard unuk memindahkan mode dari Object mode ke Edit Mode. Pilih titik-titik atau surface NURBS kemudian tekan E atau pada Tools, lalu tarik sampai ke ekor pesawat. Extrude kembali sampai ke bagian kokpit. Atau pada layar sebelah kanan ada tombol Extrude [2], [6].
Untuk merekonstruksi bagian kokpit seperti contoh atau desainnya, Extrude beberapa kali melalui tampilan dari kanan kemudian ikuti garis perancangan pesawat, dengan cara Transformasi Scale (key S) atau menu disamping kanan Transform Scale. Lakukan hal yang sama pada ekor
Maka jadilah Fuselage atau badan pesawat sesuai dengan desain yang ditentukan. Untuk membuat lebih halus, gunakan Modifier Smooth, bisa diatur tingkat kehalusannya. (Factor = Tingkatan, Repeat = perulangan tingkatan)
Berikan nama pada Surfcircle untuk mempermudah mengenali, penanda dan mempermudah dalam penyuntingan yang selanjutnya

Fin (Sirip)
Atur posisi kursor pada desain cetak birunya yang terletak pada ekor pesawat. Tambahkan
Nurbs Circle ke layar Shift+A > Surface > Nurbs Circle. Atur posisi Nurbs Circle tegak lurus. Pada tampilan depan, atur ketebalan Circle dengan teknik Scale (key S) sesuaikan dengan blueprint tampilan. Pada tampilan dari kanan, ambil titik terakhir dibelakang, kemudian tarik sampai kebatas desain sirip, ini agar membentuk sirip yang mempunyai bentuk yang aerodinamis. Kemudian ambil semua titik-titik pada bagian atas, Extrude (key E), tarik keatas, sesuaikan dengan desain dan untuk menutup lubang di atas, Extrude (key E) kemudian Scale (key S) sampai titik-titik ketemu di tengah. Untuk membuatnya lebih halus, gunakan Modifier Smooth, yang bisa diatur tingkat kehalusannya. Beri nama Fin (tahapannya dapat dilihat seperti pada Gambar 4).


Sayap Belakang (BackWing)
Pembuatan sayap belakang bisa menggunakan teknik ATM (ambil tiru modifikasi), duplikat bagian sirip (Shift+D) atau menu dilayar kanan, kemudian rotate 85 derajat sumbu Y dan modifikasi seperlunya sesuai desain blueprint. Dikarenakan sayap belakang punya dua sisi kanan dan kiri, agar kanan dan kiri simetris gunakan Modifier Mirror pada sumbu Y, ini akan berguna karena cukup edit satu sisi utama, maka sisi bias cerminnya akan mengikuti hasil edit tersebut. Untuk membuatnya lebih halus, gunakan Modifier Smooth, atur sesuai keinginan yang akan tampil

Sayap Utama
Hampir sama dengan sayap belakang, pembuatan sayap utama menggunakan teknik ATM, atur posisi pada desain Blueprint pesawat kemudian atur juga kurva mengikuti desain yang ada seperti yang terlihat pada Gambar 6. Jika Vertex (Titik), Edge or Curve (Kurva/garis) kurang dari yang dibutuhkan untuk mengikuti bentuk sayap utama, gunakan Subdivide yang terletak pada menu kanan layar yang berfungsi membagi titik atau kurva sehingga modifikasi dapat lebih luas lagi jangkauannya. Untuk sayap utama pada bagian lainnya gunakan Mirror dan untuk memperhalus gunakan Smooth. Yang membedakan pesawat ini dengan pesawat komersil lainnya, salah satunya adalah adanya tabung di bawah badan pesawat tempat penyimpanan alat pendarat dan lainnya, yang menyatu dengan sayap pesawat.
Pembuatan tabung di bawah badan pesawat, pada Edit Mode, gunakan teknik Extends di sayap utama kemudian lakukan Scale untuk memperbesar dan edit tiap titik kurva yang disesuaikan dengan desain yang ada sehingga akan menjadi seperti yang

Jet engine
Jet engine SSJ100 menggunakan Turbofan. Mulai dengan mengatur posisi kursor pada desain jet engine dengan klik kanan. Add Surface Nurbs Torus, yang menyerupai donat seperti yang terlihat pada Gambar 8. Pada tampilan Viewport depan (Front), sesuaikan dengan desain dengan menggunakan teknik Scale (key S) kemudian atur sesuai keinginan. Pada tampilan atau viewport samping (kanan atau kiri), ubah pada edit mode dan ambil titik bagian terbelakang, tarik sampai menyerupai desain yang ada atau sesuai keinginan.
Lakukan Subdivide pada kurva Torus sehingga memiliki lebih banyak titik dan kurva untuk mempermudah membentuk sesuai keinginan. ambil garis kurva ditengah pada Viewport samping, Scale lebih besar kemudian pindahkan sedikit kebelakang

Sumber : Retnowati, Nurcahyani Dewi dan Supri E.

Membuat Pesawat Terbang dengan 3D Blender 4.5 5 aldino sense Computer-generated image (CGI) adalah penerapan bidang komputer grafis, atau lebih khusus, grafis 3D komputer untuk efek khusus dala...


No comments:

Post a Comment

Aldino Sense. Powered by Blogger.