• Admin
  • Pesan
  • Info Terbaru
  • Peraturan

Laporan Hasil Praktikum Fisika Dasar DINAMIKA FLUIDA

 


Pada Kesempatan Kali ini Saya akan membagikan Laporan Hasil Praktikum Fisika Dasar Dinamika Fluida. Semoga bisa membantu anda dalam menyelesaikan laporan anda.





ACARA II
DINAMIKA FLUIDA

A.  TUJUAN
Tujuan Praktikum Dasar Fisika Acara I sebagai berikut :
1.      Mahasiswa dapat menghitung besar debit saluran dengan pendekatan laju aliran dan luas penampang,.
2.      Mahasiswa dapat mengetahui besarnya faktor koreksi/ correction factor (Cf) dari sistem pengukuran yang digunakan,

B.  TINJAUAN PUSTAKA
Fluida merupakan salah satu materi penting dari bumi ini. Salah satu fluida yang menjadi bagian penting dari bumi ini adalah fluida berwujud liquid. Fluida dapat mengalir dan akan memiliki bentuk sama seperti bentuk yang ditempati oleh fluida tersebut. Besar kecilnya gaya luar fluida, dapat mempengaruhi pergerakan fluida tersebut (Rahmayani, 2012).
Tinjaulah sebuah situasi yang menunjukan bahwa fluida tidak termampatkan mengisi sepenuhnya saluran, misalnya pipa atau urat nadi. Jika banyak fluida memasuki salah satu saluran itu, jumlah fluida yang sama dalam berbagai bentuk matematika, dinamakan persamaan ini akan sangat berguna dalam banyak dibuat dalam kecepatan aliran Q, yakni volume fluida yang melewati sebuah titik di dalam sebuah saluran waktu sebagai berikut
Satuan S I dari kecepatan aliran debit adalah meter kubik per detik. Jikan suatu fluida tidak termampatkan memasuki salah satu ujung sebuah saluran dengan kecepatan volume Q1, maka fluida itu harus meninggalkan ujung lainnya dengan kecepatan volume Q2, yang sama dengan Q1 (Ramelan, 1996).
Aliran fluida disebut juga stasioner yaitu jika di titik A kecepatan alirannya VA dan di titik B kecepatannya adalah VB maka setiap partikel dalam fluida tersebut akan berkecepatan VA apabila melewati titik A dan VB apabila melewati titik B. Dua garis aliran ini tidak pernah berpotongan satu dengan yang lainnya. Dengan pengertian jika fluida memalui uas penampang A1 dan A2, laju alirannya di kedua penampang terbebut adalah V1 dan V2. Dalam interval waktu ∆t volume fluida yang melwati A1 dan A2 digambarkan sebagai elemen-elemen silinder masing-masing dengan dasar A1 dan A2 dan tingginya V1 ∆t dan V2 ∆t sehingga volume elemen tersebut adalah A1V1∆t dan A2V2∆t yang dapat ditulis:
A1.V1     =      A2.V2
Persamaan ini disebut dengan persamaan kontinuitas fluida, yang menyatakan bahwa hasil kali luas dan kelajuan fluida pada semua titik sepanjang pipa adalah konstan untuk fluida yang tidak dapat ditekan (Serway, 2003).
Paparan fluida dinamis dilandasi oleh hukum Bernoulli. Hukum bernoulli menyatakan bahwa Jumlah tekanan (P) dengan tekanan hidrostatik (ρ.g.h). Dan rapat tenaga gerak fluida (1/2ρv2) pada fluida ideal selalu tetap. Persamaan Bernoulli merupakan persamaan yang berguna untuk meramalkan peristiwa fisika pada airan fluida ideal. Dari persamaan itu dapat diperoleh hubungan antara tekanan dan ketinggian dan kelajuan alir fluida. Dasar yang dgunakan dalam persamaan Bernoulli adalah hukum kekekalan tenaga hanya saja hukum kekekalan tenaga ditampilkan dalam persaman volume (Serway, 2003).
Persamaan Bernoulli dapat digunakan di bawah kondisi-kondisi berikut
1.         Fluida itu termampatkan, masa jenisnya tetap konstan.
2.         Fluida tidak mempunyai efeks gesekan yang cukup luas, fluida mekanik yang hilang karena gesekan.
3.         Aliran itu adalah aliran garis lurus, bukan bergolak.
4.         Kecepatan fluida disetiap titik berubah selama periode pangamatan (Ramelan, 1996).
Dinamika aliran melewati dua dan tiga silinder sirkular dengan ukuran yang sama diatur berdampingan menggunakan visualisasi aliran yang panas dan gambar partikel velocimetry. Mereka juga menemukan bahwa dinamika fluida dari sisi pengaturan silinder cukup sensitif untuk 500 < nomor reynolds < 1,11,000. Mereka juga menemukan bahwa pada rasio gap kecil, cairan momentum yang lebih tinggi melalui celah makin tinggi tekanan dasar, mengurangi hambatan dari kedua silinder dan juga meningkatkan tingkat bijaksana aliran wilayah pembentukan vortex dalam kasus dua sisi oleh silinder (Kumar, 2009).

C.  METODE PENELITIAN
1.    Alat
a.    Set pompa beserta selangnya
b.    Model saluran (yang telah dimodifikasi)
c.    Penampung
d.   Alat ukur : panjang, volume, waktu
e.    Pelampung
f.     Beban
2.    Bahan
a.    Air
3.    Cara Kerja
a.    Persiapan  peralatan dan bahan sesuai dengan susunan percobaan (pastikan bahwa unit percobaan siap dan dapat dioperasikan)



PA
S
P
 




Gambar 3.1 Susunan Alat Percobaan Dinamika Fluida
Keterangan :
PA            : Pompa air
                   S               : Saluran model
P               : Penampung
b.      Pengukuran besarnya debit di output saluran dan debit saluran dilakukan secara bersamaan.
c.       Pengulangan percobaan untuk mendapatkan data yang valid. Pengulangan dengan memvariasi debit, kedalam, dan jenis pelampung
Perhatikan rumus yang digunakan
1.    Pengukuran debit di output saluran dilakukan dengan  menampung air pada volume yang sudah ditentukan dan waktu yang diperlukan selama penampungan tersebut,
2.    Pengukuran saluran dilakukan dengan mengukur luas penampung saluran aliran dan kecepatan aliran. Kecepatan diukur dengan panjang lintasan pelampung dibagi waktu tempuh.







DAFTAR PUSTAKA
Bueche, Frederick J., dan Eugene Hecht.2006. Fisika Universitas. Jakarta : Erlangga.
Cromer, Alan H.2004. Fisika Untuk Ilmu-ilmu Hayati.Yogyakarta : Gadjah  Mada University Press.
Giancoli, Douglas C. 1997. Fisika Jilit 1. Jakarta:Erlangga.
Hirt, C. W. ., dan B. D. Nichols. 1981. Volume Of Fluid (VOF)  Menthod For The Dynamics Of Free Boundaries. Jurnal Of Computational Physics 39, 201-225
Huang, Jinzi Mac., M. Nicholas J. Moore., Leif Ristroph. 2014. Shape Dinamics And Scaling Laws For A Body Disolving In Fluid Flow. J. Fluid Mech.
Kumar, M. B. Shyam., dan S. Vengadesan. 2009. Large Eddy Simulations Of Flow Betwenn Two Unequal Sized Square Cylinders. International Jurnal Of Computational Fluida Dynamics Vol. 23, No. 10.
Muhajir, Khairul. 2011. Pengaruh Viskositas Terhadap Aliran Fluida Ga-Cair Melalui Pipa Vertikal Dengan Perangkat Lunak Ansys Fluent 13.0. Jurnal kompetensi teknik Vol. 3, No. 1.
Rahmayani, Nur’aeni dan Irwan Ary Dharmawan. 2012. Simulasi Dinamika Fluida Pada Medium Berpori Dua Dimensi Menggunakan Metode Lattice Boltzmann. Universitas Padjadjaran Jatinangor.
Ramelan, Ari Hanadono., Nur Her Riyadi Parnanto., dan Kawiji. 1996. Fisika Pertanian. Surakarta:Sebelas Maret University Press.
Serway, Raymond A., dan John W. Jewettt. 2003. Fisika Untuk Sains dan Teknik. Salemba Teknika.


 

Laporan Hasil Praktikum Fisika Dasar DINAMIKA FLUIDA 4.5 5 aldino sense Pada Kesempatan Kali ini Saya akan membagikan Laporan Hasil Praktikum Fisika Dasar Dinamika Fluida. Semoga bisa membantu anda dalam me...


No comments:

Post a Comment

Aldino Sense. Powered by Blogger.